Selasa, 12 Maret 2013

Wanita Solehah

Wanita solehah tidak boleh sembarangan mencintai lelaki. Lelaki yang paling wajar dicintai oleh wanita solehah ialah Nabi Muhammad SAW. Ini kerana Nabi Muhammad SAW adalah pembela nasib kaum wanita. Baginda telah mengangkat martabat kaum wanita daripada diperlakukan dengan kehinaan pada zaman jahiliyah, khususnya oleh kaum lelaki.

Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW juga berjaya menyempurnakan budi pekerti kaum lelaki. Ini membawa keuntungan kepada kaum wanita kerana mereka mendapat kebebasan dalam kawalan dan perlindungan keselamatan oleh kaum lelaki. Iaitu dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW menjadikan bapa atau suami mereka berbuat baik dan bertanggungjawab ke atas keluarganya. Demikian juga dengan kedatangan Rasulullah SAW telah menjadikan anak-anak tidak lupa untuk berbakti kepada ibu mereka, cthnya seperti Uwais Al-Qarni.
Salah satu tanda kasih Baginda SAW terhadap kaum wanita ialah dengan berpesan kepada kaum lelaki agar berbuat baik kepada wanita, khususnya ahli keluarga mereka. Rasulullah SAW sendiri menjadikan diri dan keluarga baginda suri teladan kepada kaum lelaki untuk bagaimana berbuat baik dan memuliakan kaum wanita.
Rasulullah SAW bersabda,
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan yang berbuat baik kepada ahli keluarganya.” (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi)
Lagi sabda Rasulullah SAW,
“Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya; dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi.” (Riwayat Abu ‘Asakir)
Tapi betul ke wanita solehah itu lebih baik daripada bidadari syurga?
Daripada Umm Salamah, isteri Nabi SAW, katanya(di dalam sebuah hadis yang panjang):
Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Adakah wanita di dunia lebih baik atau bidadari?”
Baginda menjawab, “Wanita di dunia lebih baik daripada bidadari sebagaimana yang zahir lebih baik daripada yang batin.”
Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Bagaimanakah itu?”
Baginda menjawab, “Dengan solat, puasa dan ibadat mereka kepada Allah, Allah akan memakaikan muka-muka mereka dengan cahaya dan jasad mereka dengan sutera yang berwarna putih,berpakaian hijau dan berperhiasan kuning….(hingga akhir hadis)” (riwayat al-Tabrani)

Terkejut bila membaca hadis ni dan ingin berkongsi bersama rakan-rakan lain. Sungguh tinggi darjat wanita solehah, sehingga dikatakan lebih baik daripada bidadari syurga. Semoga hadis ini menjadi inspirasi bagi kita semua dalam memperbaiki diri agar menjadi lebih baik daripada bidadari syurga. InsyaAllah..
Tapi, bagaimana yang dikatakan wanita solehah itu?
Ikuti kisah berikut, semoga kita sama-sama beroleh pengajaran.
Seorang gadis kecil bertanya ayahnya “ayah ceritakanlah padaku perihal muslimah sejati?”
Si ayah pun menjawab “anakku,seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata.wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil,tetapi muslimah sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi.itulah yang terbaik”
Si ayah terus menyambung
“muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersona,tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak mana kebaikan yang diberikannya ,tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujah kebenaran”
Berdasarkan ayat 31,surah An Nurr,Abdullah ibn abbas dan lain-lainya berpendapat.Seseorang wanita islam hanya boleh mendedahkan wajah,dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahram(As syeikh said hawa di dalam kitabnya Al Asas fit Tasir)

“Janganlah perempuan -perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga menghairahkan orang yang ada perasaan dalam hatinya,tetapi ucapkanlah perkataan yang baik-baik”(surah Al Ahzab:32)
“lantas apa lagi ayah?”sahut puteri kecil terus ingin tahu.
“ketahuilah muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya.
Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhuwatirannya dirinyalah yang mengundang orang tergoda.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa redha dan kehambaan kepada TUHAN nya,dan ia sentiasa bersyukur dengan segala kurniaan yang diberi”

“dan ingatlah anakku muslimah sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul”
Setelah itu si anak bertanya”Siapakah yang memiliki criteria seperti itu ayah?Bolehkah saya menjadi sepertinya?mampu dan layakkah saya ayah?”
Si ayah memberikan sebuah buku dan berkata”pelajarilah mereka!supaya kamu berjaya nanti.INSYA ALLAH kamu juga boleh menjadi muslimah sejati dan wanita yang solehah kelak,malah semua wanita boleh”
Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan berbunyi ISTERI RASULULLAH.
“Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu ,puasa di bulan ramadhan ,menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya,maka masuklah ia ke dalam syurga dari pintu-pintu yang ia kehendakinya”(riwayat Al Bazzar)

13 kriteria istri solehah :)

Asalamualaikum Wr.Wb

Diposting yang kali ini saya akan membahas tentang 13 Kriteria Istri Solehah. Nah mudah2an kita termasuk didalamnya ya.....
Aminnnn :)
13 Kriteria Istri Solehah

Yukk kita simak 13 Kriteria Istri Solehah...
Sahabatku inilah diantara kriteria istri sholehah:

1. Sangat  Damai Hidup Bersamanya Karena  Ketaatannya Kepada Allah (QS 4:34).
 
2. Kalau Ditatap Selalu Menyenangkan (Smile ^_^)
 
3. Tidak Membantah Jika Diperintah Suaminya dalam Kebaikan & Syariat Allah.
 
4. Pandai Menjaga Kehormatan & Harta Suaminya, Rasulullah bersabda, " Sebaik-baiknya Istri Sholehah adalah jika ditatap menyenangkan, bila diperintah taat, & jika suaminya pergi pandai menjaga kehormatan & harta suaminya" (HR Abu Daud).
 
5. Mulia Sekali Karena Terjaga Kehormatan & Tertutup Auratnya (QS 33:59).
 
6. Bukan Hanya Babar Bahkan Rela Berkorban untuk Suaminya.

7. "Gholimah" Pandai Merawat Tubuhnya & Sangat Aktif Melayani Suaminya.
 
8. Bersyukur atas Ni'mat Allah dengan terus Membangkitkan Semangat Suami & Tidak Menuntut Diluar Batas Kemampuan Suaminya.


9. Menyayangi & Menghormati Keluarga Suaminya.

 
10. Tidak  Keluar Rumah Tanpa Seizin Suaminya.

 
11. Menyertakan Suaminya Dalam Doanya, Terutama dipenghujung Malam.

 
12. Penuh Perhatian Saat Suami Bicara disertai Tatapan Cinta.

 
13. Hadiah Kecil Tetapi Sangat Membahagiakan Suami, ta'kala istri Menciumnya disertai bisikan, "Adek bangga menjadi istrimu, kak",


SubhanAllah indaaaaaaaaah sahabatku, makasih ya Allah. (K. H. Muhammad Arifin Ilham).


Okedehh demikian artikel mengenai 13 Kriteria istri Solehah.. Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi suatu yang bermanfaat buat kita semua.. dan apabila ada kata-kata yang kurang pas dan kurang berkenan di hati kalian saya mohon maaf... Demikian Terimakasih... Wasalamualaikum Wr. Wb.

ARTI MUSLIMAH SEJATI

 

Sesungguhnya cinta yang dicari dari diri seorang wanita adalah sesuatu pengaruh yang terbit dari dalam jiwa dengan segala kemuliaannya dan mempunyai harga diri, dapat menjaga diri, suci, bersih, dan membuat kehidupan lebih tinggi di atas egonya.
Untuk itulah saudariku muslimah… Tuangkanlah di dalam dada dan hatimu dengan cinta dan kasih sayang serta tanamkanlah kemuliaan wanita muslimah seperti jiwamu yang penuh dengan kebaikan, perhatian serta kelembutan. Bukankah kita telah melihat contoh-contoh yang gemilang dari pribadi-pribadi yang kuat dari para shahabiyyah radiyallahu ‘anhunna…?
Janganlah engkau penuhi dirimu dengan ahlak yang selalu sedih dan gelisah, banyak pengaduan dan keluh kesah dan selalu mengancam, karena hal tersebut akan menggelapkan hatimu. Tersenyumlah untuk kehidupan. Seperti kuatnya para shahabiyyah dalam menghadapi kehidupan yang keras dan betapa kuatnya wanita-wanita yang lembut itu mempertahankan agamanya…
Perhiasan jiwa, itulah yang lebih utama. Yaitu sifat-sifat dan budi pekerti yang diajarkan Islam, yang diawali dengan sifat keimanan. Sebagaimana firman Allah, (yang artinya) “Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.” (QS. Al-Hujaraat: 7)
Apabila keimanan telah benar-benar terpatri dalam hati, maka akan tumbuhlah sifat-sifat indah yang menghiasi diri manusia, mulai dari Ketakwaan, Ilmu, Rasa Malu, Jujur, Terhormat, Berani, Sabar, Lemah Lembut, Baik Budi Pekerti, Menjaga Silaturrahim, dan sifat-sifat terpuji lainnya yang tidak mungkin disebut satu-persatu. Semuanya adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada hamba-hambanya agar dapat bahagia hidup di dunia dan akhirat.
Wanita benar-benar sangat diuntungkan, karena ia memiliki kesempatan yang lebih besar dalam hal perhiasan jiwa dengan arti yang sesungguhnya, yaitu ketika wanita memiliki sifat-sifat terpuji yang mengangkat derajatnya ke puncak kemuliaan, dan jauh dari segala sesuatu yang dapat menghancurkanya dan menghilangkan rasa malunya….!

source : Artikel www.muslimah.or.id

Selasa, 12 Februari 2013

keberagaman suku batak


BUDAYA BATAK DALAM PERUBAHAN MULTIDIMENSI

I. KEBUDAYAAN INDONESIA DI DALAM UNDANG-UNDANG

Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai keragaman budaya yang sangat banyak dan tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Indonesia memiliki 370 suku bangsa dan 67 bahasa induk. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara terkaya dalam hal etnik-sosial-kultural.

Berkaitan dengan karakteristik diatas, Undang-Undang Dasar 1945 memperjelas dengan pasal 32 sebagai berikut :

Pasal 32

(1)Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
(2)Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

Dari pasal diatas jelaslah bahwa negara menghormati dan berkontribusi untuk memajukan kebudayaan di nusantara ini (mulai dari Pulau Sumatera sampai pulau Irian). Negara mendukung pemeliharaan dan pengembangan budaya daerah sebagai salah satu sejarah bangsa Indonesia.

II. SEJARAH BUDAYA BATAK

Sejarah kebudayaan suku bangsa Batak merupakan salah satu bagian dari sejarah kebudayaan bangsa Indonesia, sama halnya seperti sejarah kebudayaan Melayu, Minangkabau, Sunda, Jawa, Toraja, dan lain sebagainya.
Suku bangsa Batak sebagai salah satu suku bangsa dari rumpun melayu/Indonesia-tua adalah termasuk yang tertua di Sumatera khususnya dan di Indonesia umumnya. Hal ini menyebabkan suku bangsa ini mempunyai arti penting dalam sejarah kebudayaan asli Indonesia.

Sebagai bagian dari sejarah bangsa, budaya Batak sudah ada sejak berabad-abad tahun yang lalu. Dimulai dari kerajaan Sisingamangaraja yang pertama (kakek buyut Raja Sisisingamangaraja XII, pahlawan nasional Indonesia), suku Batak tetap eksis sampai saat ini dengan tetap mempertahankan identitasnya. Pewaris kebudayaan Batak tetap  menjaga, memelihara serta melestarikan Budaya Batak sebagai kebudayaan warisan nenek moyang. Budaya Batak yang bersifat kekeluargaan, gotong royong dan setia kawan telah mengakar disetiap langkah hidup orang Batak. Budaya Batak sudah menjadi falsafah hidup bagi warganya ditengah era globalisasi dewasa ini.

Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi yang pesat, yang membawa dampak bagi perjalanan hidup bangsa ini, juga membawa dampak bagi kebudayaan. Di sisi lain, era informasi dan globalisasi ternyata menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa, yakni sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya, dan berkurangnya keinginan untuk mengembangkan budaya negeri sendiri. Tetapi walaupun demikian derasnya arus globalisasi tidak membawa dampak yang signifikan dalam perubahan budaya Batak. Budaya Batak justru terus tumbuh dan  berkembang mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan identitas aslinya.

Budaya Batak sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia telah mengalami perubahan dan penyesuaian dari masa ke masa. Suku bangsa Batak yang semula terbelakang dibidang kemajuan modernisasi perlahan-lahan mulai terbuka dalam menyambut perubahan zaman. Keterbelakangan budaya Batak pada awalnya  disebabkan  karena pengisolasian diri sendiri beberapa abad masa lampau,yakni  sejak abad ke-16. Pengisolasian ini bertujuan untuk mempertahankan kebudayaan/ kepribadiannya dari pengaruh-pengaruh kebudayaan dan peradaban yang dibawa penjajahan Belanda. Pengisolasian suku Batak ini mulai terbuka karena kemajuan zaman yang tidak terelakkan sejak akhir abad ke-19. Budaya Batak akhirnya terbuka akan masuknya kemajuan teknologi, informasi dan globalisasi.

Setelah meninggalnya Raja Si Singa Mangaraja XII oleh penjajahan Belanda pada akhir abad ke-19 , budaya Batak mulai keluar dari `pengisolasiannya`. Sejak saat itu suku bangsa Batak mulai mengalami penyesuain akan kondisi yang dihadapi. Identitas budaya asli warisan nenek moyang tersebut ada yang tetap dipertahankan sampai sekarang tetapi ada juga yang disesuaikan dengan kondisi zaman dan era emansipasi.

III. BUDAYA BATAK DI TENGAH ARUS GLOBALISASI

Diantara sekian banyak identitas budaya Batak, satu yang paling terkenal dan masih dipertahankan ditengah arus globalisai saat ini adalah budaya “Dalihan Na Tolu” (jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Dalihan Na Tolu artinya tungku api berkaki tiga). Falsafah hidup Dalihan Na Tolu di lingkungan Suku Batak dikenal dengan adanya sistem marga, yaitu identitas orang-orang yang mempunyai garis keturunan yang sama menurut ayah atau patrilineal. Contohnya adalah jika ayah kita memiliki marga Tarigan, maka anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan akan bermarga Tarigan. Sistem marga ini sudah ada sejak dahulu kala dan sampai sekarang (ditengah arus globalisasi dan informasi) masih tetap dipertahankan secara turun-temurun.

Sistem marga-marga dalam budaya Batak selain sebagai identitas diri juga berfungsi sebagai  pengikat tali persaudaraan yang dalam. Apabila dua orang atau lebih masyarakat Batak bertemu untuk pertama kali dan ingin berkenalan maka yang ditanyakan bukanlah nama dari orang yag bersangkutan melainkan marganya. Apabila orang-orang yang berjumpa ini kebetulan semarga maka akan terjalin persaudaraan yang sangat dalam. Jika tidak semarga pun maka akan ditentukan panggilan yang saling menghormati. Dengan perkataan lain masyarakat Batak yang menerima Dalihan Na Tolu sebagai falsafah hidup adalah satu masyarakat yang utuh dan diikat oleh aturan main yang rapi dan selalu ditaati. Adanya sistem marga-marga membuat semangat kekeluargaan dan kesetia-kawanan tercipta.  Tanpa sistem marga Dalihan Na Tolu, sukubangsa Batak sudah lama lenyap oleh kemajuan zaman.

Salah satu aturan Dalihan Na Tolu adalah dilarang kawin semarga. Artinya masyarakat Batak tidak boleh menikah dengan orang lain yang memilki marga yang sama dengannya. Contohnya adalah jika ada seorang perempuan bermarga Lubis, maka dia dilarang secara adat untuk menikah dengan laki-laki yang bermarga Lubis juga. Sesuai dengan hukum adat, orang-orang yang memiliki marga yang sama (semarga) dianggap sebagai adik-kakak. Oleh karena itu dilarang menikah dengan orang lain yang memiliki marga yang sama. Hukum adat ini sudah ada sejak dulu kala (ketika budaya Batak tercipta untuk pertama kalinya di pinggiran Danau Toba) dan sampai saat ini didalam dimensi ruang yang berbeda tetap dipertahankan.

Memperlunak larangan kawin semarga (artinya bisa menikahi orang yang semarga) berarti merongrong kebudayaan suku bangsa Batak yang paling dasar. Karena hal yang paling mendasar dari masyarakat Batak yang patrilineal (menurut garis keturunan ayah) terletak pada keutuhan disiplin larangan kawin semarga. Jika larangan ini diperlunak maka pasti hancurlah kepribadian Sukubangsa Batak.

Hingga sekarang ditengah ditengah perubahan dimensi ruang dan dimensi waktu, pola kebudayaan Dalihan Na Tolu masih bertahan mengikuti zaman. Walaupun begitu derasnya arus globalisasi namun kebudayaan Batak Dalihan Na Tolu masih tetap dijaga secara turun-temurun dan tidak terpengaruh budaya asing.

Namun seperti yang telah disebutkan sebelumnya perkembangan teknologi, globalisasi dan era informasi yang pesat membawa dampak bagi perkembangan budaya Batak juga. Dari berbagai identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun, ada yang harus disesuaikan dengan kondisi yang terjadi sekarang. Penyesuaian tersebut dilakukan karena tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah dalam hal sistem pembagian harta warisan. Hukum adat Batak yang patrilineal tidak mengakui adanya pembagian harta warisan bagi anak perempuan. Semua warisan dari orangtua diberikan pada anak laki-lakinya yang esensial sebagai penyambung keturunan menurut garis bapak. Namun dewasa ini sistem hukum adat yang patrilineal yang dianut suku Batak dalam hak warisan bagi anak laki-laki sedang mendapat ujian berat. Hal ini berkaitan dengan unifikasi hukum nasional buat seluruh warga negara Indonesia, dimana anak laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam pembagian warisan. Oleh sebab itu hukum adat Batak tersebut kemudian disesuaikan. Anak laki-laki dan perempuan adalah sama dalam pembagian warisan.

Walau terjadi unifikasi hukum nasional buat seluruh masyarakat Indonesia, namun budaya Batak tetap akan dijaga. Walau Sisinga Mangaraja telah gugur  namun falsafah hidup Dalihan Na Tolu tidak pernah hilang. Dan pola Kebudayaan Batak sejak abad XIV hingga kini tidak pernah dapat ditumbangkan oleh kebudayaan asing. Zaman boleh berubah, teknologi boleh semakin maju, arus globalisasi boleh semakin deras tapi kebudayaan Batak tetap harus dilestarikan. Budaya Batak akan tetap bertahan dan berkembang dalam perubahan multi dimensi.

Itulah prinsip Suku Batak.